Tak Harmonis, Masyarakat Tanjabbar Dirugikan ?

- Publisher

Sabtu, 24 Mei 2025 - 22:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

d_since_last_sticker_save

d_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false}

Opini Redaksi

Isu keretakanhubungan dua kepala daerah antara Gubernur Jambi Alharis dan Bupati Tanjabbar Anwar Sadat ditenggarai bermula dari keluhan yang disampaikan oleh Bupati Tanjabbar dalam forum FGD untuk percepatan optimalisasi PAD dan percepatan realisasi participating interets (PI) 10 % migas diwilayah kerja provinsi Jambi. Anwar Sadat selaku Bupati Tanjabbar menyebut  bahwa pemprov itu tidak transparan dalam penyelesaian PI 10 % tersebut.

Namun peryataan Anwar Sadat tersebut langsung dibantah oleh Gubernur Jambi Alharis bahwa Bupati Tanjabbar menyebut Pemprov tidak transparan sangat keliru

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Haris, pernyataan itu begitu keliru, pasalnya Pemprov selalu memberikan ruang bagi setiap daerah yang wilayahnya menjadi lokasi kerja dari perusahaan Migas.

” Mengenai soal PI itu kita ini masih membicarakan soal administrasi jadi sementara ini, Pemprov kan masih fokus dalam membahas soal administratif nya itu berupa dokumen-dokumen yang mana persyaratan itu dibutuhkan, jadi ini belum membahas soal keuntungan bagi hasil itu ke daerah ataupun ke Pemprov, jadi dimana Pemprov tidak transparan kan itu sedikit keliru, ” Ujar Gubernur belum lama ini pada beberapa media.

Namun hal tersebut berlanjut sampai ketidakhadirian Bupati Tanjabbar dalam RPJMD Jambi 2025-2030 yang langsung dihadiri Wamendagri.

Tak pelak ketidak hadiran tersebut mendapatkan teguran keras dari Wamendagri dan begitu pun Gubernur Jambi sangat menyayangkan atas ketidakhadiran Bupati Tanjabbar pada acara tersebut.

Alih alih menghadiri Bupati beralibi ada kegiatan yang sangat penting dari pada menghadiri RPJMD Jambi 2025-2030 yakni memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena musibah longsor yang tak lebih hanya 1 rumah saja, padahal hal tersebut bisa didegasikan kepada OPD terkait untuk memberikan bantuan tersebut.

Atas ketidak hadiran Bupati mungkin bisa saja berujung pada kurang nya porsi anggaran APBD provinsi Jambi yang masuk ke kabupaten Tanjabbar, tentu nya masyarakat tanjabbar yang akan dirugikan atas ketidakharmonisan tersebut.

Karena sama sama kita ketahui bahwa Gubernur merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat, ideal nya jika benar hubungan kedua kepala daerah tersebut tidak harmonis untuk bisa diselesaikan dengan baik baik karena ini menyangkut kepentingan masyarakat jangan mementingkan ego masing masing yang sama sama menjabat kepada daerah dan memiliki otonomi masing- masing.(***)

Berita Terkait

Akankah Baperjakat “Siluman” Pengaruhi Kebijakan Anwar Sadat?
Berita ini 456 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:37 WIB

kSOP Syahbandar Tutup Mata, Aparat Hukum Sejogya nya Turun Tangan!!

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:55 WIB

Dikabarkan Tak Miliki Izin Berlayar, DPRD Tanjabbar Minta KSOP Syahbandar Kualatungkal Tegas

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:01 WIB

SB Karya Budi Utama Tenggelam Diduga Tak Miliki Izin Resmi Berlayar

Senin, 29 Juni 2026 - 17:18 WIB

Dinilai Tak Relevan, Angka Kontrak WFC Kualatungkal Bakal Ditinjau Ulang

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:22 WIB

Proyek Mubazir PU Tanjabbar Rp 5 Miliar Dermaga Sei Landak Banyak Patah

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:50 WIB

Menkes Langsung Temui Dokter Internship Secara Tertutup

Kamis, 9 April 2026 - 19:40 WIB

Terkait Temuan BBM , Sekda : Tidak Ada Mark Up, Beli nya Banyak Di Eceran

Jumat, 3 April 2026 - 13:02 WIB

Kejari Dalam Waktu Dekat Akan Ungkap Kasus Korupsi Lain, Usai Kasus Dugaan Korupsi Subsidi Perumda Tirta Pengabuan

Berita Terbaru

Ditreskrimsus Polda Jambi Gelar Konpers Penangkapan Tiga Tersangka Pembobol Bank Jambi

Kriminal

Tiga Tersangka Pembobol Rekening Nasabah Bank Jambi Diringkus

Selasa, 14 Jul 2026 - 19:51 WIB