KUALATUNGKAL-Polemik gedung banggar DPRD cukup membuat para wakil rakyat ikut terlihat gusar dan mulai timbul wacana akan membatalkan proyek tersebut.
Ketua DPRD Tanjabbar, Hamdani tidak menampik ada nya polemik soal proyek gedung banggar, namun belum bisa memberikan komentar lebih banyak.
” Kita lihat dulu dokumen nya sudah sesuai apa belum,kalau tidak ya apa boleh buat bisa saja dibatalkan, untuk lebih jelasnya nanti senen saya infokan, “Ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua DPRD Tanjabbar, Sjafril Simamora, menurut nya akan membicarakan ini dengan Ketua DPRD ini mesti didahului dengan rapat pimpinan.
” Soal keputusan batal membatal itu nanti dengan ada lagi rapat bersama dengan anggota, tidak bisa diputuskan sendiri harus putusan bersama, ” Ungkapnya.
Sementara itu Ketua Komisi I DPRD Tanjabbar, H. Assek mengakui bahwa gedung banggar belum urgent, masih ada gedung paripurna yang bisa digunakan untuk rapat banggar.
” Nanti dirapatkan dulu, soal batal atau tidak itu urusan pimpinan dan anggota lainnya dengan keputusan bersama, ” tukasnya.
Adapun Presiden Prabowo telah mengeluarkan Inpres no 1 tahun 2025 tentang efesiensi belaja APBN dan APBD 2025.
Salah satu poin yang ditujukan kepada gubernur dan Bupati untuk mengurangi belanja yang bersipat pendukung yang tidak memiliki output yang terukur. (red)






