KUALATUNGKAL- Belum dimula dibangun saja proyek gedung banggar DPRD Tanjabbar yang akan menghabiskan anggaran APBD sebesar Rp 12 miiar tersebut berpolemik. Selain itu unsur kepentingan sangat tercium sekali, yang mana proses tender belum selesai namun pemilik proyek diduga sudah ditunjuk padahal proyek tersebut kategori tender besar.
“Kita minta polda jambi dan Kejati periksa itu proyek mekanisme nya karena tak ada manfaat untuk masyarakat Tanjabbar, itu proyek untuk wah wah saja, ” Ujar Alamsyah Tokoh Masyarakat Ulu, Tanjabbar (14/3)
Akan jauh lebih bermanfaat duit rakyat itu digunakan untuk perbaikan drainase di kota kualatungkal yang setiap hujan jalan dalam kota itu banjir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
” Apa sudah tidak ada hati nurani lagi wakil kita DPRD itu, apa sudah main politik sandera dengan Bupati, apabila tidak disetujui gedung banggar maka program lain nya akan dipersulit atau memang itu juga keinginan dari bupati sendiri yang lebih mementingkan fasilitas mewah untuk DPRD dari pada untuk kepentingan masyarakat umum, ” tegasnya
Menurut Alamsyah apa Tanjabbar ini sudah kaya raya sehingga mendahului membangun gedung khusus untuk banggar. Sedangkan DPRD Provinsi dan gedung DPRD se provinsi jambi ini saja tidak ada gedung khusus banggar.
” Sudah puluhan triliun ya APBD Tanjabbar ini sehingga mau bangun gedung khusus banggar yang menghabiskan puluhan miliar itu, ” kilahnya. (red)






